Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Jumat pagi, 28 Agustus 2026. Rupiah menguat 0,32 persen atau 56 poin ke level Rp17.688 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan sentimen pendorong penguatan rupiah berasal dari berakhirnya demo mahasiswa pada Kamis, 27 Agustus.

Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul berakhirnya demo mahasiswa kemarin,”

ujar Lukman kepada Owrite Jumat, 28 Agustus 2026.

Destry Resmi Gubernur BI

Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nz)
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nz)

Selain itu, sentimen penguatan rupiah juga berasal dari keputusan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang secara resmi menetapkan calon tunggal Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior, serta Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur.

Iya (jadi sentimen positif rupiah), namun hal ini sudah cukup luas diperkirakan,”

jelasnya.

Kendati demikian, Lukman mengatakan bahwa penguatan rupiah akan terbatas seiring investor wait and see menantikan pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh.

Penguatan diperkirakan terbatas, dengan investor cenderung wait and see menantikan pidato Warsh di Jakson Hole,”

jelasnya.

Adapun untuk perdagangan hari ini Lukman memperkirakan bawa nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.700 per dolar AS hingga Rp17.800 per dolar AS.