Tren konsumsi minuman berkafein seperti kopi, matcha, hingga minuman berenergi semakin meningkat.

Meski dapat membantu meningkatkan fokus dan mengusir kantuk, konsumsi kafein secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak bagi kesehatan.

Tak hanya menyebabkan sulit tidur, terlalu banyak kafein juga dapat memicu berbagai keluhan, seperti jantung berdebar, gelisah, hingga gangguan pencernaan. Karena itu, penting untuk membatasi asupan kafein setiap hari.

Batas Aman Konsumsi Kafein

Melansir dari laman Alo Dokter 31 Oktober 2024, kafein merupakan stimulan alami yang banyak dikonsumsi di seluruh dunia.

Biasanya secara alami terdapat pada kopi, teh, dan biji kakao. Selain itu, zat ini juga banyak ditambahkan ke dalam minuman berenergi, minuman bersoda, suplemen, hingga beberapa jenis obat.

Umumnya, batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa adalah tidak lebih dari 400 mg per hari atau setara dengan sekitar 2–4 cangkir kopi, tergantung jenis dan cara penyajiannya. Melebihi batas tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai gangguan kesehatan.

Tak Ingin Lemas Saat Puasa? Ini Cara Aman Kurangi Kopi agar Tak Kena Caffeine Withdrawal

Kopi salah satu minuman yang jadi favorit banyak orang. Tak heran bila tidak sedikit dari mereka yang merasa lemas bila tidak minum kopi. Lantas bagaimana cara mengurangi kopi saat Lanjutkan membaca

Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Kafein

Dalam jumlah yang normal, kafein bisa membawa banyak manfaat. Tapi jika dikonsumsi berlebihan, ada beberapa bahaya kafein yang harus diwaspadai yaitu sebagai berikut:

1. Sulit tidur

Kafein membantu tubuh tetap terjaga, tetapi jika dikonsumsi berlebihan, terutama pada sore atau malam hari, efeknya dapat mengganggu kualitas tidur. Kurang tidur dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

2. Jantung berdebar

Kafein dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah untuk sementara. Pada orang yang sensitif atau memiliki gangguan irama jantung, konsumsi berlebihan bisa memicu jantung berdebar atau detak jantung tidak teratur.

3. Gangguan pencernaan

Asupan kafein yang terlalu banyak dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga memicu keluhan seperti nyeri ulu hati, mulas, hingga memperburuk gejala asam lambung pada sebagian orang.

4. Meningkatkan risiko osteoporosis

Konsumsi kafein berlebihan dalam jangka panjang dapat mengganggu penyerapan kalsium, sehingga berpotensi meningkatkan risiko pengeroposan tulang, terutama jika asupan kalsium harian tidak mencukupi.

5. Menyebabkan dehidrasi

Kafein memiliki efek diuretik ringan yang membuat tubuh lebih sering buang air kecil. Jika tidak diimbangi dengan minum air putih yang cukup, kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

6. Mengganggu kehamilan dan kesuburan

Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan penurunan kesuburan serta dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan, seperti keguguran atau bayi lahir dengan berat badan rendah. Karena itu, ibu hamil dianjurkan membatasi asupan kafein.

7. Memengaruhi kadar gula darah

Pada sebagian orang, terutama penderita diabetes tipe 2, konsumsi kafein dapat memengaruhi kontrol gula darah sehingga kadar gula lebih sulit dikendalikan.

Tips Kurangi Resiko Kafein

Untuk mengurangi risiko akibat konsumsi kafein berlebihan, batasi asupan secara bertahap, bukan menghentikannya secara mendadak. Anda juga bisa mengganti minuman berkafein dengan air putih atau minuman bebas kafein.

Selain itu, hindari mengonsumsi kafein sekitar 6–7 jam sebelum waktu tidur agar kualitas tidur tetap terjaga. Istirahat yang cukup dan rutin berolahraga juga dapat membantu menjaga energi tanpa bergantung pada kafein.