Sedikitnya 160 orang tewas dan ratusan lainnya hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tibet (China). Bencana tersebut menghanyutkan desa-desa serta merusak jalan dan berbagai infrastruktur.

Banjir bandang tersebut melanda Rasuwa, wilayah yang berada tepat di sebelah utara ibu kota Nepal, Kathmandu, pada Rabu pagi, 26 Agustus 2026. Bencana itu dipicu gempa bumi yang menyebabkan longsoran salju, yang kemudian mencair dan mengalir deras ke Sungai Bhote Koshi.

Melansir dari BBC Internasional, Kamis, 27 Agustus 2026, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di kedua sisi perbatasan. Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam beberapa hari mendatang.

Kerugian Skala Besar

Media pemerintah Tiongkok, yang menguasai Tibet, melaporkan banyak korban jiwa. Sementara itu, pejabat Nepal mengatakan mereka memperkirakan adanya kerugian skala besar.

Para pejabat masih berupaya memastikan keberadaan 579 wisatawan, termasuk 466 warga asing dari 28 negara. Dari wisatawan yang hingga kini belum ditemukan, sebanyak 113 merupakan warga Nepal, 54 warga Amerika Serikat, dan 33 warga Inggris, menurut kepolisian.

Media pemerintah Tiongkok juga melaporkan tiga orang tewas dan 265 lainnya hilang di Tibet. Para wisatawan yang hilang termasuk 12 warga Inggris serta sejumlah warga Amerika Serikat, Malaysia, Afrika Selatan, dan India.

Detik-detik banjir bandang hantam bendungan di China. (Sumber: Istimewa)
Detik-detik banjir bandang hantam bendungan di China. (Sumber: Istimewa)

Wisatawan Asing Hilang

Alpine Eco Trek, perusahaan yang menawarkan tur dan ekspedisi berpemandu di Nepal, mengonfirmasi bahwa 12 warga Inggris yang mengikuti tur mereka melintasi perbatasan Nepal-Tibet masih hilang.

Ram Kumar Adhikari, manajer Alpine Eco Trek, mengatakan dua warga Irlandia dan empat warga Afrika Selatan yang juga mengikuti tur tersebut diyakini hilang.

Selain itu, sejumlah wilayah di hilir Sungai Bhote Koshi, yang mengalir dari Tibet ke Nepal, kini berada dalam status siaga tinggi. Jalan, jaringan komunikasi, dan pasokan listrik di wilayah tersebut turut terganggu. Pihak berwenang mengatakan jalan utama menuju Kathmandu telah ditutup.

Video yang telah diverifikasi dari Nepal memperlihatkan sebuah jembatan hanyut dan sejumlah gedung bertingkat runtuh akibat derasnya arus banjir. Video lainnya menunjukkan sebuah kota dengan banyak bangunan yang mengalami kerusakan parah.