Asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla bukan cuma bikin langit kelihatan berkabut dan tenggorokan terasa nggak enak.

Kalau terhirup terus-menerus, asapnya bisa membawa partikel halus dan berbagai polutan yang mengganggu kesehatan.

Apalagi kondisi karhutla di Indonesia saat ini cukup serius. Berdasarkan data Kemenkes per 21 Agustus 2026, lebih dari 3 juta orang di 37 kabupaten/kota dilaporkan terpapar langsung asap karhutla di tujuh provinsi. Lonjakan kasus ISPA juga terjadi di sejumlah wilayah.

Bukan Cuma Bikin Batuk

Dalam buku panduan Wildfire Smoke: A Guide for Public Health Officials, yang dikembangkan oleh U.S. Environmental Protection Agency (EPA), California Air Resources Board, CDC, dan U.S. Forest Service, asap kebakaran mengandung partikel halus yang bisa masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Panduan ini pertama kali dikembangkan pada 2002 dan terus diperbarui berdasarkan perkembangan penelitian.

Efek paling gampang terasa biasanya adalah mata perih, tenggorokan gatal, batuk, pilek, sakit kepala, atau sesak napas. Jadi kalau tiba-tiba mata terasa perih dan tenggorokan kayak habis makan cabai satu mangkuk, bisa saja udara sedang nggak bersahabat.

Bisa Memperparah Asma

Yang perlu lebih diperhatikan adalah orang yang sudah punya masalah pernapasan. Dalam jurnal Health Effects of Wildfire Smoke Exposure yang ditulis Carlos F. Gould dan rekan-rekannya, paparan asap kebakaran dikaitkan dengan peningkatan gangguan pernapasan dan kunjungan ke rumah sakit karena penyakit respirasi.

Penelitian lain yang dimuat dalam Environmental Health Perspectives juga menemukan bukti konsisten bahwa asap kebakaran dapat memperburuk asma dan penyakit paru obstruktif kronis (COPD).

Bahkan, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Pediatric Pulmonology pada 2026 menyoroti bahwa anak-anak juga termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian karena paru-paru mereka masih berkembang.

Jangan Lupa Pakai Masker

Kalau kualitas udara sedang buruk, jangan merasa “ah, cuma asap doang.” Kurangi aktivitas di luar ruangan, gunakan masker yang sesuai, dan pantau kualitas udara.

Kalau muncul sesak napas atau keluhan pernapasan yang memburuk, jangan ditahan-tahan dan segera cari bantuan medis.

Jangan lupa share artikel ini dan follow Instagram @sefruitmedia untuk informasi menarik lainnya, ya!