Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan 110 warga negara Indonesia (WNI) di Kolombia dalam kondisi aman setelah gempa mengguncang negara tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan saat ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bogota terus memantau kondisi WNI di wilayah terdampak.

Seluruh WNI yang berada di Kolombia dalam keadaan selamat,”

kata Heni di Jakarta, pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Heni mengatakan 110 WNI tersebut terdiri atas keluarga besar KBRI, misionaris, pekerja di sektor teknologi informasi dan keuangan, serta WNI yang menikah dengan warga negara asing.

Sampai saat ini semuanya dalam keadaan aman dan tidak ada informasi mereka kesulitan mengakses logistik,”

ujarnya.

Hingga kini, KBRI Bogota terus berkoordinasi dengan WNI, khususnya mereka yang berada di wilayah terdampak gempa.

Gempa Bumi Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia, 132 Orang Dinyatakan Tewas

132 orang dilaporkan tewas pada Senin, 10 Agustus 2026, setelah gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,4 Magnitudo melanda Kolombia bagian barat. Kejadian itu menyebabkan bangunan runtuh Lanjutkan membaca

KBRI juga terus berkomunikasi melalui sejumlah grup yang dibentuk KBRI Bogota serta perwakilan masyarakat Indonesia di Kolombia.

Langkah Darurat

Heni mengungkap kemlu juga telah menyiapkan langkah darurat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

KBN di Bogota terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan WNI di wilayah terdampak termasuk menyiapkan langkah-langkah darurat apabila terjadi gempa susulan,”

ungkapnya.

Sebelumnya Kolombia di guncang gempa berkekuatan magnitudo 7,4 pada Senin, 10 Agustus 2026. Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa, ribuan orang terluka, dan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.

Kemlu memastikan pemantauan terhadap kondisi WNI akan terus dilakukan melalui KBRI Bogota seiring perkembangan situasi pasca gempa.