Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan total korban jiwa akibat gempa M7,7 NTT per Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.

Jumlah kini telah mencapai 91 jiwa atau bertambah 4 jiwa dibanding data Sabtu, 22 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan memberikan ucapan duka mendalam kepada para korban.

Duka cita yang mendalam atas meninggalnya warga yang terdampak gempa bumi baik secara langsung maupun tidak langsung akibat gempa maupun gempa susulan. Semoga keluarga, handai tolan, tetangga yang terdampak tetap diberikan kekuatan,”

ujar Berton dalam konferensi pers, Minggu, 23 Agustus 2026.

Sebaran Korban Jiwa

Berton juga menyampaikan, sebaran korban jiwa itu terdata di Kabupaten Manggarai (32), Manggarai Timur (31), Sikka (6), Ende (2), Manggarai Barat (1), Nagekeo (14), dan Ngada (5).

Dari total korban jiwa tersebut, 40 di antaranya berjenis kelamin laki-laki, 48 perempuan, 3 lainnya masih dalam tahap identifikasi,”

tambahnya.
Gempa NTT: 70 Orang Meninggal, Korban Luka Capai 1.182 dan 40 Ribu Warga Mengungsi

Data korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperbarui. Hingga hari keempat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 70 orang yang dil Lanjutkan membaca

Sedangkan berdasarkan kategori umur, sebanyak 39 korban jiwa tergolong lansia, 4 bayi di bawah tiga tahun (batita), 1 bayi di bawah lima tahun (balita), 12 anak dan remaja, serta 35 dewasa.

Sebanyak 51 persen korban meninggal karena terdampak langsung oleh gempa seperti tertimpa reruntuhan bangunan. Sebanyak 49 persen sisanya, terkena dampak tidak langsung,”

pungkas Berton.

Sementara itu, di hari ke-9 pascagempa terjadi 5.688 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,1 hingga 6,2. Total gempa yang dirasakan warga pada hari ini berjumlah 130.

Rangkaian gempa susulan menunjukkan pola temporal yang belum sederhana. Gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu sejak gempa utama,”

tutup Berton.