Persib Bandung memastikan pertandingan playoff AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 menghadapi Manila Digger FC tidak berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026 tersebut akan dipindahkan ke Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung.
Keputusan pemindahan venue diambil manajemen Persib karena kondisi rumput GBLA dinilai masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi yang ideal.
Manajemen Persib menjelaskan bahwa pemindahan stadion bukan semata-mata untuk pertandingan menghadapi Manila Digger. Klub ingin memastikan kondisi GBLA tetap terjaga agar bisa digunakan secara maksimal sepanjang musim 2026/2027.
Bagi kami, menjaga kondisi GBLA saat ini merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan stadion tersebut benar-benar siap menyambut perjalanan panjang musim 2026/2027. Kami ingin GBLA dapat menjadi rumah Persib yang nyaman dan memberikan kondisi terbaik bagi tim maupun Bobotoh sepanjang kompetisi,”
tulis manajemen Persib dalam keterangan resmi, Senin 24 Agustus 2026.
Menurut Persib, keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Klub ingin memberikan waktu yang cukup bagi proses pemeliharaan sebelum GBLA kembali digunakan untuk pertandingan kompetitif.
Kami percaya bahwa memberikan waktu yang cukup bagi proses pemeliharaan GBLA merupakan langkah yang tepat agar stadion ini siap digunakan secara optimal untuk kompetisi Super League,”
tulis manajemen.
Digelar Tanpa Penonton
Selain berpindah venue, pertandingan Persib melawan Manila Digger FC juga dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton.
Kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari sanksi disipliner yang dijatuhkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akibat insiden pada pertandingan ACL Two musim lalu antara Persib dan Ratchaburi FC di GBLA.
Komite Disiplin AFC sebelumnya menjatuhkan hukuman dua pertandingan kandang tanpa penonton pada 13 Mei. Persib kemudian mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Namun, permohonan banding Persib ditolak oleh Komite Banding AFC pada Kamis (13/8). Dengan keputusan tersebut, sanksi yang diberikan kepada Persib menjadi berkekuatan tetap.
Persib menghormati keputusan dan regulasi AFC yang berlaku serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk terus meningkatkan standar profesionalisme dan kualitas penyelenggaraan pertandingan,”
tulis manajemen menanggapi sanksi tersebut.
Laga Krusial
Pertandingan melawan Manila Digger memiliki arti penting bagi perjalanan Persib di kompetisi Asia. Persib wajib berjuang maksimal dalam laga playoff tersebut.
Jika gagal meraih kemenangan, Maung Bandung harus turun kasta ke AFC Challenge League, kompetisi level ketiga antarklub Asia.
Karena itu, dukungan suporter tetap dianggap penting meski Bobotoh tidak dapat menyaksikan pertandingan secara langsung dari stadion.
Manajemen Persib berharap para pendukung tetap memberikan dukungan melalui berbagai cara yang positif.
Pertandingan tanpa penonton tentu bukan kondisi yang kami harapkan, karena dukungan langsung Bobotoh selalu memberikan energi yang luar biasa bagi tim. Namun, kami akan menjalankan ketentuan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan,”
tulis manajemen Persib.
Persib memahami keinginan Bobotoh untuk mendampingi tim, terlebih ketika Pangeran Biru menjalani pertandingan di level Asia.
Meski kali ini dukungan langsung dari tribun tidak memungkinkan, manajemen mengajak Bobotoh tetap memberikan energi positif kepada tim.
Manajemen PT PBB memahami Bobotoh selalu ingin berada di sisi tim, terutama ketika Persib bertanding di level Asia. Kali ini situasinya berbeda, tetapi dukungan tetap dapat diberikan dengan cara yang positif. Kami berharap Bobotoh terus memberikan energi terbaik bagi tim dan bersama-sama menjaga nama baik Persib,”
demikian pernyataan manajemen.




