Migrain yang kambuh dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri berdenyut, yang sering kali terasa di salah satu sisi kepala, dapat disertai mual serta sensitif terhadap cahaya dan suara.
Selain mengonsumsi obat, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala migrain.
Mulai dari beristirahat di ruangan yang tenang hingga memenuhi kebutuhan cairan. Dilansir dari laman Alodokter (18 Januari 2025), berikut tujuh cara yang dapat dicoba saat migrain kambuh.
1. Istirahat di Tempat yang Tenang
Saat migrain kambuh, sensitivitas terhadap cahaya dan suara dapat meningkat sehingga beristirahat di ruangan yang gelap dan tenang dapat membantu meredakan keluhan.
Hentikan aktivitas sejenak dan, jika memungkinkan, cobalah tidur.
2. Kompres Dingin atau Hangat
Kompres dingin dapat ditempelkan pada dahi atau belakang leher untuk membantu mengurangi rasa nyeri akibat migrain.
Namun, jika kompres dingin terasa tidak nyaman, kompres hangat dapat menjadi alternatif untuk membantu mengendurkan otot yang tegang. Selain itu, mandi dengan air hangat juga dapat memberikan efek selaksasi.
3. Lakukan Relaksasi dan Pijatan Ringan
Teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga dapat membantu mengurangi ketegangan yang berpotensi memperparah migrain. Meditasi dapat dilakukan dengan duduk di tempat yang tenang sambil memusatkan perhatian pada pernapasan.
Pijatan lembut pada area dahi, kepala, atau leher juga dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks. Namun, sebagian orang justru lebih sensitif terhadap sentuhan saat mengalami serangan migrain sehingga cara ini sebaiknya dilakukan sesuai kenyamanan.
4. Perhatikan Asupan Kafein
Mengonsumsi kafein dalam jumlah sedikit dapat membantu mengurangi nyeri pada sebagian orang yang mengalami migrain.
Meski demikian, konsumsi kafein secara berlebihan justru dapat memicu sakit kepala ketika efeknya menghilang. Karena itu, batasi jumlah kafein dan perhatikan apakah minuman berkafein justru menjadi pemicu migrain.
5. Coba Aromaterapi
Aromaterapi juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu tubuh lebih rileks saat migrain kambuh. Lavender, misalnya, dapat memberikan efek relaksasi dan dalam beberapa penelitian dikaitkan dengan penurunan gejala sakit kepala.
Aroma lain seperti peppermint, rosemary, chamomile, dan eucalyptus juga memberikan rasa nyaman.
6. Pertimbangkan Akupunktur
Akupunktur dapat menjadi pilihan lain bagi orang yang ingin mencoba penanganan migrain tanpa obat.
Sejumlah penelitian menunjukkan metode ini berpotensi mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan migrain. Meski begitu, efektivitasnya dapat berbeda pada setiap orang.
Selain melakukan berbagai cara tersebut, penting untuk mengenali hal-hal yang dapat memicu migrain, seperti kurang tidur, stres, terlambat makan, atau makanan dan minuman tertentu.
Jika migrain sering kambuh, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.





