Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Rupiah loyo sebesar 0,02 persen atau 4 poin ke level Rp17.698 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini akan menguat terbatas. Kondisi itu didorong oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. 

Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas oleh pelemahan dolar AS,”

ujar Lukman kepada Owrite Senin, 24 Agustus 2026.

Tahan Laju Penguatan

Ilustrasi Pompa BBM. (Sumber: Unsplash/engin akyurt)
Ilustrasi Pompa BBM. (Sumber: Unsplash/engin akyurt)

Lukman menuturkan, harga minyak dunia yang masih tinggi akibat konflik menjadi faktor yang menahan laju penguatan nilai tukar rupiah. Sehingga, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak maksimal di rentang Rp17.750 per dolar AS.

Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan harga minyak yang masih tinggi menahan rupiah. Range Rp17.650-Rp17.750 per dolar AS,”

jelasnya.

Berdasarkan data perdagangan pagi ini, sejumlah nilai tukar negara Asia turut melemah diantaranya Peso Filipina (PHP) sebesar 0,02 persen, Ringgit Malaysia (MYR) sebesar 0,06 persen, dan Yuan Tiongkok (CNY) sebesar 0,03 persen.