Sepekan terakhir, PT Pertamina EP (PEP) Jambi Field menangani lima titik kebakaran lahan di sekitar wilayah operasional perusahaan untuk mencegah api meluas dan mengancam fasilitas migas.
Lima titik berada di Purnama, Kota Jambi; Jalan Lintas Sumatera KM 34 dan kawasan SMA 5 Bajubang, Kabupaten Batanghari; serta KM 29 Tempino dan Sebapo, Kecamatan Mestong.
“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi kemarau dan potensi kebakaran lahan. Ketika ada laporan maupun temuan titik api di sekitar wilayah operasi, tim kami langsung mengecek dan berkoordinasi untuk membantu proses pemadaman agar api tidak meluas dan membahayakan masyarakat maupun fasilitas,”
kata Field Manager Pertamina EP Jambi Kurniawan Triyo Widodo dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Gerak Cepat
Dalam penanganan tersebut, kebakaran umumnya terjadi pada lahan berupa semak dan kebun. Sejumlah lokasi berada di sekitar fasilitas operasional Pertamina sehingga penanganan dilakukan secara cepat untuk mencegah api mendekati area operasi dan menimbulkan risiko masif.
Kurniawan mengatakan deteksi dini menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas. Selain patroli lapangan, Pertamina EP Jambi juga menindaklanjuti laporan masyarakat perihal keberadaan titik api.
“Patroli menjadi salah satu kunci deteksi dini. Selain memantau lapangan, kami juga menerima laporan dari masyarakat. Setiap informasi yang masuk, kami tindak lanjuti dengan cepat karena dalam kondisi kemarau seperti sekarang, api dapat berkembang cepat apabila tidak segera ditangani,”
ujar dia.
Kolaborasi
Pertamina EP Jambi pun menyiagakan tiga unit truk pemadam di tiga titik strategis, yakni Kenali Asam, Bajubang, dan Petaling. Masing-masing lokasi ditempatkan satu unit truk pemadam yang siap dikerahkan ketika terjadi kebakaran.
“Truk pemadam kami siagakan dengan tangki air terisi dan bahan bakar dalam kondisi penuh. Tujuannya agar ketika ada laporan kebakaran, armada dapat segera bergerak tanpa menunggu persiapan ulang. Kecepatan respons sangat penting untuk mencegah api meluas,”
jelas Kurniawan.
Ia menekankan penanganan kebakaran lahan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat. Pertamina EP Jambi juga mengajak masyarakat tidak membakar lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Karhutla merupakan tantangan bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,”
tutur Kurniawan.



