Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Tengah Janang Firman Palanungkai menyatakan enam daerah di Kalimantan Tengah menjadi titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, dan Seruyan.
Alasannya wilayah tersebut didominasi area lahan gambut rusak yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran.
“Enam wilayah ini, secara situasi geografi, rata-rata banyak di area lahan gambut. Jadi kerentanan terhadap kebakaran di area ini menjadi sangat tinggi,”
kata Janang dalam konferensi pers Walhi, Rabu, 26 Agustus 2026.
PSN Jadi Problem
Berdasarkan identifikasi Walhi, kerusakan lahan gambut banyak berkaitan dengan aktivitas korporasi di atas tanah tersebut. Selain aktivitas perusahaan, keberadaan proyek strategis nasional (PSN) di sejumlah wilayah Kalteng, salah satunya food estate, turut menambah laju kerusakan gambut.
“Ditambah lagi seperti Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau itu ada skema PSN, (food) estate. Itu menambah laju kerusakan gambut yang ada di Kalimantan Tengah,”
tutur Janang.
Dengan demikian Janang menilai kondisi lahan gambut yang semakin rusak membuat wilayah tersebut semakin rentan mengalami kebakaran, terutama saat memasuki periode kemarau.



