Pengguna TikTok Riri Yassir yang menggunakan bio “Kidney Warrior & Caregiver” membagikan perjalanan suaminya yang mengidap gagal ginjal kronis stadium 5.

Dalam salah satu videonya, ia menyebut sang suami telah menjalani cuci darah sebanyak 1.134 kali selama sekitar 11 tahun, sejak 2015 ketika berusia 22 tahun.

Menurut pengakuannya, gagal ginjal yang dialami berawal dari hipertensi yang tidak terkontrol. Ia mengaku dulu sering begadang, kurang tidur, merokok, mengonsumsi kopi, makan tidak teratur, dan tidak menyadari tekanan darahnya sudah tinggi hingga akhirnya fungsi ginjal mengalami kerusakan.

Lantas, benarkah pola hidup yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko gagal ginjal kronis? Simak penjelasannya.

Apa Itu Gagal Ginjal?

Dari laman Kementrian Kesehatan (15/10/2024), Gagal ginjal adalah kondisi ketika fungsi ginjal menurun sehingga tidak mampu menyaring zat sisa dan kelebihan cairan dari dalam darah dengan baik.

Akibatnya, limbah menumpuk di dalam tubuh. Kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala sehingga banyak kasus baru terdeteksi saat fungsi ginjal sudah menurun.

Menkes Budi Gunadi Sadikin Soroti Lonjakan Gagal Ginjal Anak, Kebiasaan Minuman Manis Jadi Pemicu

Fenomena meningkatkannya kasus gagal ginjal pada anak menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kondisi gagal ginjal saat ini s Lanjutkan membaca

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, proporsi pasien cuci darah pada kelompok usia produktif 25–34 tahun mencapai 31,4 persen.

Penyebab Gagal Ginjal

Gagal ginjal kronis terjadi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penyakit yang merusak ginjal dalam jangka panjang. Beberapa penyebab gagal ginjal kronis yang paling umum yaitu sebagai berikut.

  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Diabetes
  • Penyakit glomerulus (glomerulonefritis)
  • Penyakit ginjal bawaan atau kelainan genetik
  • Sumbatan saluran kemih yang berlangsung lama
  • Penyakit autoimun

Meski demikian, eberapa penyebab tersebut juga berkaitan dengan pola hidup. Kebiasaan yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko penyakit seperti hipertensi dan diabetes, yang menjadi penyebab utama gagal ginjal kronis.

Kebiasaan Meningkatkan Resiko Gagal Ginjal

Pola hidup yang kurang sehat dapat memicu penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas yang merupakan penyebab utama kerusakan ginjal.

Maka itu, gaya hidup sehat adalah langkah penting untuk mencegah gagal ginjal sejak dini. Berikut beberapa kebiasaan yang meningkatkan resiko gagal ginjal.

1. Sering mengonsumsi makanan olahan

    Makanan olahan umumnya tinggi natrium dan fosfor. Konsumsi berlebihan dapat membebani kerja ginjal, terutama pada orang yang sudah memiliki gangguan ginjal.

    2. Kurang minum air putih

      Minum air putih yang cukup membantu ginjal membuang zat sisa dan racun melalui urine serta mengurangi risiko batu ginjal. Pada orang sehat, kebutuhan cairan umumnya sekitar 1,5–2 liter per hari.

      3. Sering begadang

        Kurang tidur dapat mengganggu fungsi tubuh, termasuk kesehatan ginjal. Kebiasaan ini juga dapat memengaruhi tekanan darah, yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit ginjal.

        4. Terlalu banyak mengonsumsi daging merah

          Konsumsi daging merah secara berlebihan dapat meningkatkan beban kerja ginjal. Karena itu, pola makan sebaiknya tetap diimbangi dengan buah, sayur, dan sumber protein lainnya.

          5. Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis

            Asupan gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan hipertensi. Ketiga kondisi tersebut merupakan penyebab utama gagal ginjal kronis.

            6. Minum alkohol berlebihan

              Konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit ginjal kronis. Risikonya dapat lebih tinggi jika disertai kebiasaan merokok.

              7. Terlalu lama duduk

                Kurang bergerak atau terlalu lama duduk dapat meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan metabolisme. Aktivitas fisik secara rutin membantu menjaga kesehatan ginjal.

                Meski tidak semua kasus gagal ginjal disebabkan oleh pola hidup, menerapkan gaya hidup sehat tetap menjadi langkah penting untuk menurunkan risikonya.

                Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting agar gangguan ginjal dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.