Kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung RI Ketiga Tahun 2026 resmi digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Selasa, 25 Agustus 2026. Ajang ini jadi salah satu wadah pencarian bakat atlet Karate-Do Gojukai untuk diproyeksikan ke kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung 2026 Zet Tadung Allo mengatakan kejuaraan diikuti 22 Pengurus Daerah (Pengda) dari berbagai wilayah di Indonesia. Total peserta yang terlibat mencapai 1.175 orang.

Peserta terdiri dari 1.007 atlet, 105 pelatih, dan 63 official,”

kata Zet saat laporan pelaksanaan kegiatan di GOR Ciracas.

Menurut dia, Kejurnas tahun ini mempertandingkan 103 kelas dengan total 1.338 atlet yang terdaftar dalam berbagai nomor pertandingan. Sementara itu, sebanyak 90 wasit turut dilibatkan untuk mendukung pelaksanaan pertandingan.

Zet mengatakan Kejurnas Karate-Do Gojukai tak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara. Namun, juga jadi bagian dari proses pembinaan atlet.

Dia menjelaskan salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah melakukan talent scouting untuk menemukan atlet potensial yang bisa dipersiapkan menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi.

Tujuannya antara lain untuk talent scouting atlet Karate-Do Gojukai Indonesia yang diproyeksikan ke ajang nasional maupun internasional,”

jelas Zet.
Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung 2026 Zet Tadung Allo.
Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung 2026 Zet Tadung Allo. (Foto: Owrite/Syifa Fauziah).

Selain pencarian bakat, kejuaraan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan, mental bertanding, disiplin, serta nilai-nilai sportivitas para atlet.

Para atlet yang berhasil menembus delapan besar di setiap nomor pertandingan juga nanti akan mendapatkan poin atau peringkat nasional.

Kejurnas Karate-Do Gojukai berlangsung selama tiga hari yakni 25-27 Agustus 2026. Sebelum pertandingan utama dimulai, panitia sudah menggelar sejumlah rangkaian kegiatan mulai dari penataran dan ujian wasit-juri, registrasi ulang, verifikasi, timbang badan, hingga technical meeting dan welcome dinner.

Paman Birin Terpilih Aklamasi Jadi Ketum PB Lemkari, Kini Pimpin Dewan Guru 2026-2031

Dr. (HC) H. Sahbirin Noor, S.Sos, M.H atau yang akrab disapa Paman Birin, kembali mendapat kepercayaan di lingkungan Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari). Penyandang sabuk Karate- Lanjutkan membaca

Dalam pelaksanaannya, ada tiga kategori utama yang dipertandingkan, yakni kategori open, festival, dan eksibisi.

Kategori open mencakup Kata Perorangan, Kumite Perorangan, Kata Beregu, Kata Bunkai Kumite, serta Best of the Best yang diikuti peserta mulai dari kelompok usia dini hingga master atau veteran.

Sementara, kategori festival ditujukan bagi atlet muda dari kelompok pra-usia dini hingga kadet. Nomor yang dipertandingkan meliputi Kata dan Kumite Perorangan.

Kategori festival menjadi ajang pembinaan dan motivasi bagi atlet-atlet muda,”

kata Zet.

Adapun kategori eksibisi menghadirkan seni atraksi Karate-Do Gojukai atau Martial Art Demonstration. Pertunjukan ini mengedepankan kreativitas, teknik, sekaligus pengenalan budaya daerah dan musik lokal.

Para atlet juga memperebutkan sejumlah penghargaan. Piala Bergilir Jaksa Agung RI disiapkan bagi juara umum. Sementara, Piala Tetap Presiden IKGA Indonesia diberikan kepada juara umum pertama, kedua, dan ketiga.

Selain itu, Piala Tetap Dewan Guru IKGA Indonesia diperebutkan oleh pemenang kategori Best of the Best. Para pemenang di masing-masing kategori juga akan memperoleh medali, piagam penghargaan, dan sertifikat.

Zet menyebut pelaksanaan Kejurnas tersebut dapat dukungan dari berbagai pihak termasuk Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin selaku Ketua Dewan Pembina Karate-Do Gojukai Indonesia. Rangkaian Kejurnas kemudian dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Jaksa Agung RI.