Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Tengah Janang Firman Palanungkai mengkritik kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni delapan hari silam ke Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Beberapa waktu yang lalu Menteri Kehutanan berkunjung ke Kalteng. Kemudian dengan segala gimik, (dia) menyemprot api (dengan air),”

kata Janang dalam konferensi pers Walhi, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.

Nihil Solusi

Kunjungan Menteri Kehutanan tersebut menjadi bagian dari banyak kunjungan pejabat ke Kalimantan Tengah selama karhutla terjadi. Kunjungan pejabat ke lokasi karhutla tidak cukup jika tidak diikuti dengan solusi konkret penanganan problem.

“Kalimantan Tengah hari ini banyak kunjungan (dari pejabat). Menurut kami ini yang kami kritik. Banyak kunjungan menteri, tapi tidak memberikan solusi yang bagus dan tepat,”

ujar Janang.

Janang menilai anggaran yang digunakan untuk kunjungan pejabat seharusnya dapat dialihkan untuk memperkuat upaya pemadaman karhutla. Apalagi biaya perjalanan tak murah.

“Kami bayangkan bahwa anggaran kunjungan mereka itu dialokasikan untuk pemadaman kebakaran saja, dibandingkan biaya (perjalanan) yang cukup besar. Berapa biaya (satu) kali berangkat? Ini yang kami kritik,”

ucap Janang.