Polresta Padang berhasil mengamankan tiga bocah yang diduga melakukan aksi pembobolan sejumlah toko di Plaza Andalas, Padang, Sumatra Barat.
Ketiga bocah itu berinisial AD (13), MA (11), dan HB (14). Mereka melakukan pembobolan pada 24 Agustus 2026 dan aksinya itu terekam kamera CCTV hingga videonya viral di media sosial.
Namun, yang bikin publik heboh karena pengakuan tiga bocah itu yang mengetahui cara membobol setelah melihat dan mempelajari dari permainan Roblox.
Dalam unggahan akun Instagram @jkt.folks, memperlihatkan aksi ketiganya terekam CCTV saat bobol sejumlah toko di pusat perbelanjaan tersebut.
Ketiganya diduga berhasil bobol brankas di salah satu toko dan mengambil uang tunai. Mereka juga diduga mencuri sejumlah ponsel dari toko-toko handphone.
Tak berhenti di situ, ketiga bocah disebut sempat mengambil pakaian dari salah satu toko yang dibobol. Mereka juga sempat berganti baju.
Karena wajah pelaku terlihat dalam rekaman, polisi kemudian melakukan pencarian. Namun, ketiganya sempat berhasil menghindari kejaran hingga akhirnya justru masuk ke area Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang.
Ketiga bocah tersebut kemudian diamankan tanpa perlawanan. Lalu, mereka diserahkan kepada Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan.
Dari tangan mereka, polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan hasil pencurian. Sejumlah barang itu mulai dari lima ponsel baru, uang tunai sekitar Rp16 juta, hingga satu sepeda motor.
Uang hasil pencurian itu disebut digunakan untuk bermain game termasuk menyewa komputer dan membeli voucher di warnet.
Kasus ini ternyata bukan aksi pertama mereka. Polisi menyebut HB telah mengenal pencurian sejak sekitar usia 10 tahun ketika berada di wilayah Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Sementara, AD dan MA mengaku sudah tiga kali melakukan pencurian di Kota Padang dan Pasaman Barat setelah mengenal HB sekitar dua bulan sebelumnya. Ketiganya juga mengaku pernah mencuri kotak amal di sejumlah lokasi.
Polisi menyebut aksi pencurian dilakukan atas inisiatif sendiri tanpa arahan orang lain. Ketiganya juga diketahui sudah putus sekolah.
Karena masih berstatus anak, ketiganya diproses oleh Unit PPA Polresta Padang dengan menerapkan ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).
Polresta Padang melalui akun X @PolrestaPadang_ menyatakan kasus tersebut telah ditangani Satreskrim Polresta Padang. Polisi juga memastikan proses terhadap anak-anak yang terlibat tetap memperhatikan ketentuan dan prinsip perlindungan anak.
“Mohon izin merespon terkait peristiwa yang terjadi di Plaza Andalas, Kota Padang, telah ditangani oleh satreskrim polresta padang,” tulis akun @PolrestaPadang_, Jumat, 27 Agustus 2026.
Kasus tersebut sontak memancing beragam komentar dari netizen. Banyak yang mengaku miris karena aksi kriminal itu dilakukan oleh anak-anak yang masih sangat muda.
“Korban game online, akhirny d praktekin,” tulis @meiarifatriasari.
Komentar lain datang dari akun @itsme_dp_vgl yang mengaku kaget melihat usia para pelaku.
“Astaga, Masih kecil lho,” komentar akun itu.
Akun @marialina1805 juga merasa miris dengan kejadian tersebut. Ia mempertanyakan masa depan ketiga bocah itu jika sudah mengenal aksi pencurian sejak usia dini.
“Duh umur segini kok uda ky gini besok besar jadi apa? Miris banget,” tanya @marialina1805.
Sementara itu, akun @anysuha3 dibuat heran dengan keberanian ketiga bocah tersebut.
“Masih ingusan udh mahir ngebobol toko… Ko bs kepikiran yh de…” tulis @anysuha3.
Tak kalah menyoroti aksi tersebut, akun @_sazirarukmana menyebut ketiga bocah itu sudah melakukan aksi yang tergolong serius.
“Mak gilaaa, ini udah maling kelas kakap, Ndak bisa dibilang anak anak lagi ni,” komentar @_sazirarukmana.




