Siapa bilang kalau superfood itu hanya bisa diperoleh dari bahan-bahan impor yang mahal seperti chia seed ataupun acai berry?
Karena faktanya, Indonesia juga punya hidden gem bahan pangan lokal yang nggak cuma enak, tapi juga mulai dilirik oleh foodies global sebagai pangan alternatif masa depan.
Yang nggak kalah menarik, ternyata bahan-bahan ini sangat dekat dengan kita, bahkan bisa saja merupakan makanan sehari-hari kita.
Melansir dari akun Instagram @naturonalofficial_, berikut delapan superfood asli Indonesia yang diam-diam makin populer di mancanegara.
- Krokot
Kalau kebanyakan dari kita mengenal krokot sebagai tumbuhan liar yang ada di pekarangan rumah, nyatanya tanaman ini merupakan salah satu pioneer sumber omega-3 nabati (jenis ALA) terbaik, lho!
Nggak cuma itu, krokot juga padat nutrisi, kaya magnesium, kalium, kalsium, vitamin C, vitamin E, sampai beta-karoten.
Plant-based lifestyle kamu dijamin bakal makin lengkap kalau menambahkan krokot ke dalam piring sebagai asupan antioksidan dan lemak baik.
- Rebung
Penggemar kuliner tradisional pasti udah familiar sama rebung. Tunas bambu yang identik sama isian lumpia ini emang punya profil nutrisi yang underrated banget.
Rebung ternyata tinggi serat pangan, protein, kalium, fosfor, vitamin B6, dan vitamin E. Ditambah lagi, kadar lemaknya tergolong rendah. Pas banget buat kamu yang ingin tambah asupan serat tanpa rasa hambar karena rebung memang low-fat.
- Daun Kenikir
Buat tim pencinta lalapan, kenikir pasti jadi salah satu comfort veg favorit pas makan sambal. Tapi tahu nggak, kalau daun aromatik ini punya manfaat kesehatan yang melimpah?
Daun kenikir kaya akan vitamin A, C, zat besi, serat, kalsium, kalium, hingga senyawa aktif karotenoid dan polifenol. Jadi bukan sekadar peningkat selera makan, kenikir adalah sumber antioksidan alami yang gampang banget didapat.
- Beras Hitam
Beras hitam mungkin dulunya dianggap sebagai konsumsi tradisional semata. Tapi sekarang, maraknya tren clean eating bikin jenis beras ini makin dilirik banyak orang berkat warna gelap alaminya yang berasal dari pigmen antosianin.
Kandungan antosianin inilah yang bikin beras hitam kaya antioksidan. Ditambah lagi ada serat, protein, vitamin E, zat besi, zinc, dan mangan. Bikin beras hitam cocok banget jadi opsi karbohidrat yang jauh lebih kaya nutrisi ketimbang beras putih biasa.
- Sukun
Sukun goreng hangat memang pas banget buat snack time di sore hari. Tapi di luar sajian rumahan, buah berkulit hijau ini mulai diposisikan sebagai superfood dan pangan alternatif gluten-free.
Sukun dibekali karbohidrat kompleks, serat, kalium, vitamin C, kalsium, dan karotenoid. Kombinasi ini bikin sukun efisien jadi sumber energi yang tahan lama sekaligus penyuplai vitamin harian.
- Labu Kuning
Labu kuning biasanya identik sama isian kolak atau olahan kue. Warnanya yang oranye terang menandakan kalau bahan pangan ini kaya akan beta-karoten, yaitu provitamin A yang penting buat kesehatan tubuh dan mata.
Bukan cuma beta-karoten, labu kuning juga dilengkapi serat, kalium, serta vitamin C dan E. Bahan ini gampang diolah dan kini sering dibuat jadi sajian healthy dessert yang estetik sekaligus bernutrisi.
- Kacang Hijau
Semangkuk bubur kacang hijau memang selalu sukses jadi comfort food saat kamu butuh kehangatan. Tapi lebih dari itu, olahan biji-bijian mungil ini adalah sumber protein nabati yang praktis dan terjangkau.
Kacang hijau sarat akan protein, serat, folat, magnesium, kalium, dan zat besi. Biar nggak bosen diolah jadi bubur terus, kacang hijau juga versatile banget buat dijadikan campuran smoothie, muffin, atau minuman kekinian berbasis plant-based milk.
- Tempe
Save the best for last! Tempe emang makanan sejuta umat di Indonesia, tapi di panggung internasional, tempe udah sah dapat predikat superfood.
Sebagai hasil fermentasi kedelai, tempe kaya akan protein nabati tinggi, serat, zat besi, magnesium, fosfor, mangan, dan kompleks vitamin B. Profil nutrisinya yang solid bikin tempe banyak dilirik komunitas vegan/vegetarian dunia sebagai alternatif daging yang alami dan sehat.
Nah, ternyata label superfood nggak melulu soal bahan makanan impor berharga mahal. Karena dari krokot yang sering diabaikan sampai tempe yang merakyat, pangan lokal Indonesia punya potensi besar buat terus bersinar di ranah internasional.



