Virus Zika diduga telah bersirkulasi di Indonesia meski jumlah kasus terkonfirmasi yang dilaporkan masih terbatas. Salah satu indikasinya terlihat dari temuan seropositivitas Zika pada anak usia 1–4 tahun di sejumlah wilayah urban Indonesia.

Epidemiolog dan peneliti Indonesia dari Universitas Griffith, Australia, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH. mengatakan, survei terhadap 662 anak usia 1–4 tahun dari 30 lokasi urban di Indonesia menemukan sekitar 9 persen sampel menunjukkan seropositivitas terhadap virus Zika.

Pada survei bahkan di 662 anak usia 1 sampai 4 tahun dari 30 lokasi urban di Indonesia itu 9 persen menunjukkan seropositivitas untuk Zika,”

kata Dicky dalam keterangannya dikutip Jumat, 28 Agustus 2026.

Transmisi Virus Zika

Menurut dia, temuan tersebut mengindikasikan adanya transmisi virus Zika yang cukup luas di Indonesia.

Namun, hasil seropositivitas tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa Indonesia telah mengalami tingkat endemisitas tertentu karena diperlukan penelitian dengan cakupan yang lebih besar.

Artinya mengindikasikan adanya transmisi virus Zika yang cukup luas di Indonesia. Walaupun untuk memastikan tingkat endemisitas perlu penelitian yang lebih besar,”

ujarnya.

Dicky menilai temuan tersebut menjadi penting di tengah perhatian terhadap Zika di Bali. Sebelumnya, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menerbitkan Level 2 Travel Health Notice pada 7 Agustus 2026 setelah kasus Zika dilaporkan pada pelaku perjalanan yang kembali dari Bali.

CDC meminta wisatawan ke Bali meningkatkan kewaspadaan terhadap gigitan nyamuk dan penularan seksual.

CDC Beri Peringatan Zika di Bali, Epidemiolog Jelaskan Gejala dan Cara Penularannya

Peringatan kesehatan terkait virus Zika di Bali kembali menjadi perhatian setelah Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menerbitkan Level 2 Travel Health Lanjutkan membaca

Dicky menegaskan, tidak adanya kasus Zika yang terkonfirmasi dan dilaporkan di Bali tidak otomatis berarti virus tersebut tidak bersirkulasi di wilayah tersebut.

Ketiadaan kasus terkonfirmasi yang dilaporkan di Bali saat ini tidak sama dengan bukti bahwa virus Zika tidak pernah atau tidak sedang bersirkulasi di Bali atau di Indonesia,”

tandasnya.