Epidemiolog dan peneliti Indonesia dari Universitas Griffith, Australia, dr. Dicky Budiman, M.Sc. PH. mengatakan ibu hamil menjadi kelompok yang paling berisiko jika terinfeksi virus Zika.
Meski infeksi Zika pada sebagian besar orang cenderung ringan atau bahkan tanpa gejala, virus tersebut dapat menimbulkan dampak serius terhadap janin.
Hal ini disampaikan di tengah perhatian terhadap Zika di Bali setelah Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat mengeluarkan peringatan kesehatan bagi pelaku perjalanan ke wilayah tersebut.
Penularan Virus
Dicky mengatakan, risiko utama Zika bukan terletak pada tingkat demam yang ditimbulkan, melainkan potensi penularan virus dari ibu ke janin selama kehamilan.
Yang paling rentan sekali lagi adalah orang yang tinggal di daerah transmisi, yang tentu ini bisa terinfeksi; bepergian ke daerah transmisi; sering terpapar nyamuk Aedes; tidak menggunakan perlindungan terhadap gigitan nyamuk. Tapi ada juga kelompok yang secara epidemiologi sangat rentan yaitu ibu hamil ya, karena ini kelompok prioritas tinggi,”
kata Dicky dalam keterangannya dikutip Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut dia, infeksi Zika pada ibu hamil dapat ditularkan melalui plasenta dan menginfeksi janin. Kondisi tersebut dapat menyebabkan congenital Zika syndrome atau sindrom Zika kongenital.
Dan ini yang bisa menyebabkan congenital Zika syndrome, mikrosefali, kemudian kelainan otak dan neurologis, ada gangguan mata, ada gangguan pertumbuhan, bisa jadi keguguran, juga prematur,”
ujarnya.
Dicky menegaskan, kondisi tersebut membuat Zika menjadi persoalan kesehatan masyarakat.
Ini yang menjadi alasan utama kenapa isu kesehatan Zika ini menjadi isu kesehatan masyarakat yang jauh lebih serius daripada derajat demamnya,”
tambahnya.







