Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan hingga 22 Agustus 2026 tidak pernah menerima laporan kasus virus Zika di Bali. Penegasan itu disampaikan menyusul adanya dugaan wisatawan asing terinfeksi Zika setelah melakukan perjalanan ke Bali.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Rokomyanmas mengatakan sistem pemantauan penyakit yang dilakukan pemerintah juga belum mendeteksi adanya penyebaran virus Zika di Bali.

Hingga saat ini (22/8) tidak pernah ada laporan kasus Zika di Provinsi Bali,”

kata Aji dalam keterangannya kepada Owrite, Rabu, 25 Agustus 2026.

Dia menjelaskan Kemenkes selama ini melakukan pemantauan melalui sistem surveilans sentinel arbovirosis dan surveilans Penyakit Infeksi Emerging (PIE). Sistem tersebut mencakup pemeriksaan terhadap sejumlah penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, termasuk dengue, Zika, dan chikungunya.

Surveilans sentinel arbovirosis maupun surveilans PIE yang dilakukan selama ini untuk memeriksa Dengue, Zika dan Chikungunya juga tidak mendeteksi penyebaran Zika,”

ujarnya.

Meski demikian, Kemenkes mencatat adanya sejumlah notifikasi internasional terkait warga negara asing yang dinyatakan positif Zika setelah memiliki riwayat perjalanan dari Bali.

Aji mengatakan pada 2024, 2025, dan 2026, Kemenkes menerima notifikasi International Health Regulations (IHR) dari Korea Selatan mengenai turis asal negara yang positif Zika dengan riwayat perjalanan dari Bali.

Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus Virus Nipah di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan hingga saat ini belum ada temuan kasus virus Nipah di Indonesia. Meski demikian, Kemenkes mengimbau kepada masyarakat wajib melapor s Lanjutkan membaca

Kemenkes melakukan investigasi epidemiologi untuk menelusuri kemungkinan penularan Zika di Bali. Hasil investigasi tersebut tak menemukan riwayat orang yang mengalami gejala Zika maupun keberadaan virus Zika pada vektor nyamuk di Bali.

Sudah dilakukan investigasi epidemiologi. Tidak ditemukan adanya riwayat orang yang menderita gejala Zika dan juga tidak ditemukannya adanya virus Zika pada vektor nyamuk di Bali,”

jelas Aji.

Turis Prancis dan Jerman

Selain notifikasi dari Korea Selatan, dugaan kasus Zika juga muncul dalam buletin European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) pada minggu ke-16, periode 11-17 April 2026.

Dalam buletin itu disebutkan ada wisatawan asal Prancis dan Jerman yang berkunjung ke Bali. Kemudian, dua wisatawan itu dinyatakan positif Zika.

Namun, Aji menyampaikan informasi dalam buletin ECDC tak menjelaskan secara spesifik lokasi yang didatangi para wisatawan tersebut selama berada di Bali.

Data yang disampaikan ECDC tidak spesifik menyebutkan lokasi di mana saja saat berada di Bali,”

ujarnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali kemudian melakukan verifikasi terhadap informasi tersebut. Hasilnya, tak ditemukan kasus Zika di Bali yang berkaitan dengan wisatawan asing sebagaimana disebutkan dalam buletin ECDC.

Dinkes Prov Bali dalam memverifikasi berita tersebut tidak menemukan adanya kasus Zika yang terkait dengan wisatawan asing tersebut di Bali,”

kata Aji.

Kemenkes juga menyampaikan hingga 22 Agustus 2026 belum menerima notifikasi IHR dari Prancis maupun Jerman terkait dugaan kasus Zika tersebut.

Sampai dengan 22 Agustus 2026, tidak ada notifikasi IHR dari Prancis dan Jerman tentang kasus Zika tersebut,”

tuturnya.