Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW bukan sekadar ungkapan penghormatan dan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW. Amalan tersebut juga memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam dan disebutkan dalam Alquran maupun hadis.
Shalawat jadi salah satu amalan yang bisa dilakukan umat Islam dalam berbagai kesempatan termasuk saat berdoa maupun ketika memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dilansir dari laman NU Online, Selasa, 25 Agustus 2026, ada sejumlah keutamaan yang bisa diperoleh umat Islam dari membaca shalawat kepada Rasulullah SAW.
Bershalawat dalam Alquran
Anjuran bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW salah satunya tercantum dalam Surat Al-Ahzab ayat 56. Dalam ayat itu, Allah SWT menyebut bahwa Dia dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi, kemudian orang-orang beriman diperintahkan untuk melakukan hal serupa dan mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)
Ayat tersebut menjadi salah satu dasar anjuran bagi umat Islam untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dianjurkan Sebelum Berdoa
Selain menjadi amalan yang dianjurkan, shalawat juga berkaitan dengan adab dalam berdoa.

Dalam hadis Fadhalah bin ‘Ubaid RA yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, Rasulullah SAW menegur seseorang yang berdoa tanpa terlebih dahulu memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi.
إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ رَبِّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ
Artinya:
“Apabila salah seorang di antara kalian berdoa, hendaklah ia memulai dengan memuji dan menyanjung Tuhannya Yang Mahasuci dan Mahatinggi, kemudian bershalawat kepada Nabi, lalu berdoa setelah itu sesuai dengan apa yang dikehendakinya.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Hadis tersebut menjelaskan urutan yang diajarkan Rasulullah SAW dalam berdoa, yakni memuji Allah SWT, kemudian membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, lalu menyampaikan permohonan sesuai dengan keinginan.
10 Keutamaan Baca Shalawat
Menurut Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya, sebagaimana dikutip NU Online, membaca shalawat memiliki sejumlah keutamaan.
Berikut 10 keutamaan tersebut:
- Mendapat rahmat Allah SWT
Membaca shalawat disebut sebagai salah satu jalan untuk memperoleh rahmat Allah SWT atau shalatul malikil ghaffar.
- Mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW
Shalawat juga dikaitkan dengan harapan memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW atau syafa’atun nabiyyil mukhtar.
- Mengikuti amalan para malaikat
Membaca shalawat menjadi bentuk mengikuti amalan para malaikat atau al-iqtida bil mala’ikatil abrar.
- Membedakan diri dari orang munafik dan kafir
Shalawat juga disebut memiliki keutamaan sebagai pembeda dari orang munafik dan kafir atau mukhalafatul munafiqin wal kuffar.
- Mendapat penghapusan dosa dan kesalahan
Keutamaan lainnya adalah mahwul khathaya wal awzar, yakni penghapusan dosa dan kesalahan.
- Membantu terpenuhinya hajat dan harapan
Membaca shalawat juga disebut berkaitan dengan terpenuhinya hajat dan harapan atau qadha’ul hawa’ij wal awthar.
- Mendapat penerangan lahir dan batin
Shalawat memiliki keutamaan berupa penerangan lahir dan batin atau tanwiruz zawahir wal asrar.
- Mendapat keselamatan dari neraka
Keutamaan berikutnya adalah keselamatan dari neraka atau an-najatu minan nar.
- Mendapat kenikmatan dan masuk surga
Membaca shalawat juga disebut memiliki keutamaan berupa kenikmatan dan masuk ke dalam surga atau dukhulu daril qarar.
- Mendapat salam dari Allah SWT
Keutamaan terakhir adalah mendapatkan salam dari Allah SWT atau salamul azizil jabbar.
Beragam keutamaan tersebut menjadi salah satu alasan umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat dan tidak melewatkan kesempatan untuk mengingat Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi momentum untuk kembali mengenang kehidupan, perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW.
Salah satu bentuknya adalah memperbanyak membaca shalawat sebagai ungkapan penghormatan sekaligus kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Namun, peringatan Maulid tidak harus berhenti pada memperbanyak shalawat. Umat Islam juga dapat mengisinya dengan mempelajari sirah, akhlak, perjuangan dan cara Rasulullah SAW menjalani kehidupan.
Dengan demikian, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui upaya menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.



