Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya meninggalkan kerusakan fisik. Bencana juga berpotensi mengubah kondisi ekonomi warga, termasuk mereka yang sebelumnya masih mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly A. Gantina, meminta Kementerian Sosial (Kemensos) tidak berhenti pada penanganan kebutuhan darurat. Pemerintah dinilai perlu memastikan masyarakat terdampak tetap mendapat perlindungan sosial ketika kondisi ekonomi mereka berubah setelah bencana.

Selly menyampaikan hal itu saat mengunjungi Posko Bencana Gempa Bumi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT. Menurutnya, kerusakan akibat gempa bisa membuat warga kehilangan sumber penghasilan. 

Rumah, tempat usaha, hingga fasilitas yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat dapat terdampak dan membuat kondisi ekonomi keluarga ikut terpuruk.

Saat Bantuan Menipis di Pengungsian: Gempa NTT Buka Borok Penanganan Bencana

Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute (TII) Made Natasya Restu Dewi Pratiwi mengatakan pola penanganan bencana gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) masih Lanjutkan membaca

Harus Jadi Perhatian Kemensos

Situasi tersebut, kata dia, harus menjadi perhatian Kemensos. Sebab warga yang sebelumnya tergolong mampu, dapat berubah menjadi kelompok yang membutuhkan perlindungan sosial setelah kehilangan aset maupun mata pencaharian akibat bencana.

Karena musibah hari ini bukan musibah yang boleh dianggap sembarangan. Ada masyarakat yang terdampak dan tentu juga ini akan berpengaruh terhadap jumlah kesejahteraan dan perlindungan sosial yang berada di bawah Kementerian Sosial,”

ujar Selly.

Karena itu, Selly meminta pemerintah tidak hanya mendata kebutuhan warga pada fase tanggap darurat. Perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana juga harus dipantau agar bantuan dan perlindungan sosial dapat menyesuaikan dengan kondisi terbaru.

Menurut dia, keberlanjutan perlindungan sosial menjadi penting karena dampak bencana tidak selesai ketika masa tanggap darurat berakhir. Warga yang kehilangan kemampuan ekonomi membutuhkan dukungan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.

Nah tentu ini harus menjadi tugas pokok Kementerian Sosial, di mana nanti dari warga yang tadinya mampu menjadi tidak mampu, itu juga harus menjadi perhatian dari Pak Menteri Sosial,”

tegas legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Selly juga meminta Menteri Sosial memberikan perhatian lebih terhadap penanganan dampak gempa di NTT. Menurutnya, kondisi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana membutuhkan kehadiran dan fokus pemerintah.

Ia mengingatkan, berbagai agenda lain yang menjadi tanggung jawab Kemensos jangan sampai membuat pelayanan terhadap masyarakat terdampak bencana justru kehilangan perhatian.

Jangan sampai tugas pokok Kementerian Sosial justru terabaikan karena ada hal lain. Ini harus menjadi evaluasi kami. Saya harap Pak Menteri bisa lebih fokus terhadap tugas-tugas di Kementerian Sosial di tengah bencana ini,”

pungkas Selly.