Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada penutupan perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. IHSG melemah 3,54 persen ke level 6.094.

Adapun nilai transaksi tercatat sebesar Rp18,41 triliun, dengan melibatkan 35,7 miliar saham dalam 2,1 juta kali transaksi. Sebanyak 663 saham turun, 69 tidak bergerak, dan 88 naik.

IHSG pada perdagangan hari ini dibuka menguat pada level 6.366, dengan level tertinggi sebesar 6.378, sedangkan level terendah di 6.080.

Lima Saham Kebakaran

Dilansir dari Stockbit, sebanyak lima saham kebakaran pada perdagangan hari ini, mereka yaitu:

Tabel Daftar Saham dengan Penurunan Terbesar (Top Losers) Hari Ini

NoKode SahamNama EmitenHarga Penutupan (Rp)Persentase PelemahanStatus / Tren
1BUKKPT Bukaka Teknik Utama TbkRp850-15,00%Melemah signifikan
2IRSXPT Folago Global Nusantara TbkRp374-15,00%Melemah signifikan
3ENRGPT Energi Mega Persada TbkRp1.220-14,98%Anjlok mendekati batas
4POLUPT Golden Flower TbkRp11.350-14,98%Anjlok mendekati batas
5RAJAPT Rukun Raharja TbkRp3.010-14,97%Anjlok mendekati batas

(Sumber data: Stockbit)

Di samping itu, ada lima saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp375,75 miliar 
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp221,01 miliar
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp140,50 miliar
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp123,35 miliar
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp113,68 miliar.

Rebalancing MSCI dan Trust Issue Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto di Sidang Paripurna DPR, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: YT BPMI)
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Paripurna DPR, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: YT BPMI)

Sebelumnya, Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto mengatakan pelemahan IHSG salah satunya karena proses rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Saya juga tidak mengetahui secara pasti, kemungkinan proses rebalancing MSCI yang masih berlangsung,”

ujar Rudiyanto saat dihubungi Owrite.id.

Selain itu, Rudiyanto menjelaskan merosotnya IHSG juga karena investor masih trust issue dengan pemerintah. Investor dalam hal ini belum yakin dengan kebijakan dari pemerintah.

Sentimen domestik lebih ke trust issue ke pemerintah. (Trust issue terkait) komunikasi publik dan kebijakan pemerintah belum begitu bisa meyakinkan investor,”

tuturnya.