Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Papua Maikel Primus menyebut hampir seluruh wilayah di Tanah Papua memunculkan titik api dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Berdasarkan hasil investigasi Walhi dan informasi dari lapangan, titik api tersebut mayoritas berada di dalam wilayah konsesi, terutama konsesi program food estate milik Presiden Prabowo Subianto.
Dari hasil investigasi kita dan juga informasi dari lapangan menyatakan bahwa hampir semua titik yang berada di Tanah Papua itu memunculkan titik api,”
kata Maikel dalam konferensi pers Walhi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ada di Lahan PSN

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi ancaman signifikan terhadap hutan di Tanah Papua. Secara spesifik, Maikel menyebut sebagian besar titik api berada di dalam konsesi, terutama di wilayah proyek strategis nasional (PSN) yang berada di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Nah lebih spesifiknya itu saat ini hampir kebanyakan titik api yang muncul di Papua itu berada di dalam konsesi, terutama di wilayah konsesi dan saat ini yang dikenal dengan wilayah proyek strategis nasional atau PSN yang berada di Kabupaten Merauke dan wilayah Papua Selatan,”
ujarnya.
Maikel mengatakan kemunculan titik api di Papua merupakan persoalan yang berulang. Berdasarkan identifikasi Walhi, kondisi tersebut telah terjadi selama tiga tahun terakhir, sejak 2023 hingga 2026.
Karhutla ini dia berulang. Kenapa berulang? Itu sejak tiga tahun terakhir dari tahun 2023 sampai 2026 sampai saat ini,”
bebernya.
Dia memperkirakan kondisi karhutla masih akan berlangsung hingga Oktober, bahkan berpotensi berlanjut sampai awal Desember tahun ini.
Beri Dampak Buruk ke Masyarakat

Lebih jauh, Maikel menilai kondisi tersebut akan berdampak langsung terhadap masyarakat adat Papua, terutama mereka yang kehidupannya masih bergantung pada hutan dan lingkungan sekitar.
Terutama masyarakat (adat) yang masih hidup dan tergantung sama hutan dan masih berada di dalam pinggiran hutan dan kawasan hutan,”
tuturnya.
Maikel pun mengaitkan meningkatnya titik api dengan keberadaan PSN dan pembukaan lahan dalam skala besar di Papua Selatan.
Potensi titik api itu semakin muncul itu seketika adanya proyek strategis nasional dengan pembukaan lahan 2,5 juta hektare di wilayah Papua Selatan,”
kata Maikel.
Menurut dia, kondisi tersebut juga berdampak ke wilayah Papua lainnya, termasuk Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya, yang turut menghadapi musim kemarau panjang.





