Jaksa Agung ST Burhanuddin mendorong Pengurus Pusat Gojukai Indonesia memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan untuk melahirkan karateka yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.

Hal itu disampaikan Burhanuddin saat memberikan sambutan pada Kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung Republik Indonesia III Tahun 2026. Kejurnas tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81.

Saya berharap dapat menemukan dan membina bibit-bibit terbaik Karate-Do Gojukai dari seluruh Indonesia. Kejuaraan ini harus menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari daerah, nasional, hingga menuju kompetisi internasional,”

ujar Burhanuddin dalam sambutannya, Selasa, 25 Agustus 2026.

Target Prestasi Harus Tinggi

Menurut Burhanuddin, Gojukai Indonesia perlu memiliki target yang lebih tinggi dalam pengembangan olahraga karate. Hal itu dapat dilakukan melalui sistem pembinaan atlet yang terencana, peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan, serta memperbanyak kesempatan bagi atlet untuk berkompetisi.

Kita harus mempunyai keberanian untuk menetapkan target yang lebih tinggi. Gojukai Indonesia harus membangun sistem pembinaan atlet yang terencana, meningkatkan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan, memperbanyak kesempatan bertanding, serta memastikan regenerasi berjalan secara konsisten,”

katanya.

Burhanuddin berharap semakin banyak karateka Gojukai Indonesia mampu meraih prestasi di podium nasional maupun internasional. Namun, menurut dia, pencapaian medali bukan satu-satunya tujuan dalam pembinaan karate.

Kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung RI Ketiga Tahun 2026 resmi digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur,
Kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung RI Ketiga Tahun 2026 resmi digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur. (Foto: Owrite/Syifa Fauziah).

Tak Sekadar Mengejar Medali

Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui olahraga karate, terutama nilai disiplin, sportivitas, integritas, keberanian, dan penghormatan terhadap lawan.

Kejurnas ini bukan sekadar pertandingan untuk mencari siapa pemenangnya, tetapi juga sebagai wadah membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas, dan rasa cinta tanah air,”

tutur Burhanuddin.

Dia menyebut karate, khususnya dalam tradisi Gojukai, bukan hanya olahraga fisik, melainkan jalan hidup untuk menempa mental dan kehormatan diri.

Karate-Do khususnya dalam tradisi Gojukai adalah sebuah jalan hidup untuk menempa mental yang berintegritas, disiplin, serta kehormatan diri,”

ujarnya.

Burhanuddin juga mengingatkan para atlet agar tidak hanya mengejar kemenangan. Menurut dia, kemenangan sejati ditentukan oleh proses latihan, kemampuan mengendalikan diri saat menghadapi tekanan, serta sikap menghormati lawan dan keputusan wasit.

Kemenangan yang sejati adalah kemenangan yang diraih dengan cara-cara yang jujur, ksatria, dan menjunjung tinggi bushido serta sportivitas,”

kata Burhanuddin.

Ia pun meminta seluruh atlet bertanding dengan kemampuan terbaik tanpa gentar menghadapi lawan maupun kemungkinan mengalami kekalahan.

Jangan takut menghadapi lawan, jangan takut mengalami kekalahan,”

ucapnya.
Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung 2026 Zet Tadung Allo.
Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung 2026 Zet Tadung Allo. (Foto: Owrite/Syifa Fauziah).

Apresiasi untuk Pelatih

Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin memberikan apresiasi kepada para pelatih yang dinilai memiliki peran penting dalam membentuk atlet. Menurut dia, kemajuan pembinaan karate nasional tidak dapat dilepaskan dari kualitas dan komitmen para pelatih.

Kepada seluruh pelatih, saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan. Pembinaan karate nasional tidak akan pernah maju tanpa pelatih-pelatih yang memiliki komitmen, kompetensi, integritas, dan kesabaran,”

katanya.

Burhanuddin juga menitipkan pesan kepada dewan wasit dan juri agar menjaga integritas selama pertandingan. Ia meminta seluruh perangkat pertandingan bekerja secara objektif, jujur, adil, dan transparan.

Keputusan yang adil mencerminkan tegaknya kehormatan olahraga karate yang kita cintai bersama ini,”

ujarnya.

Orang Tua Dampingi Atlet

Tak hanya atlet dan pelatih, Burhanuddin turut mengapresiasi dukungan para orang tua dan keluarga atlet. Ia menilai dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang karateka menuju prestasi.

Ia meminta para orang tua tetap mendampingi anak-anak mereka, baik ketika meraih kemenangan maupun saat mengalami kekalahan.

Berikan dukungan bagi mereka ketika menang, tetapi peluklah mereka lebih erat ketika mengalami kekalahan. Ajarkan kepada mereka bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil,”

kata Burhanuddin.

Burhanuddin juga mengajak seluruh peserta menjadikan Kejurnas Gojukai sebagai ajang mempererat persaudaraan antaranggota Gojukai dari berbagai daerah di Indonesia.

Selamat bertanding bagi seluruh kontingen. Jaga keselamatan, pelihara kebersamaan, dan jadikan kejurnas ini sebagai panggung persaudaraan erat bagi seluruh anggota Gojukai seluruh Indonesia,”

ujarnya.