Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tak hanya jadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Momen itu juga bisa dimanfaatkan umat Islam untuk kembali pelajari dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu yang penting dipahami adalah empat sifat wajib yang melekat pada diri Rasulullah SAW, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.

Keempat sifat tersebut memiliki makna yang berbeda. Namun, saling berkaitan dalam membentuk pribadi yang jujur, dapat dipercaya, mampu menyampaikan kebenaran, serta cerdas dan bijaksana dalam menghadapi persoalan.

Dilansir dari laman NU Online, 25 Agustus 2026, berikut empat sifat wajib Rasulullah SAW yang bisa menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Siddiq, Selalu Berkata dan Bertindak Jujur

Siddiq berarti benar atau jujur. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang selalu berkata benar dan tidak pernah berdusta.

Sikap tersebut bahkan membuat masyarakat Makkah memberikan gelar Al-Amin kepada Rasulullah SAW karena beliau dikenal sebagai sosok yang dapat dipercaya.

Dalam kehidupan sehari-hari, sifat siddiq dapat diterapkan dengan membiasakan diri berkata apa adanya, berani mengakui kesalahan, tidak menipu, serta tidak menyampaikan informasi yang tidak benar.

Kejujuran juga perlu diterapkan dalam hal-hal sederhana, termasuk mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri dan tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak.

  1. Amanah, Menjaga Setiap Kepercayaan

Sifat kedua adalah amanah yang berarti dapat dipercaya. Rasulullah SAW senantiasa menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya. Nilai tersebut dapat diterapkan dengan menjalankan tugas secara sungguh-sungguh, menjaga titipan, memenuhi janji, serta bertanggung jawab terhadap kewajiban.

Sikap amanah bukan hanya berkaitan dengan perkara besar. Menjaga kepercayaan dalam keluarga, pekerjaan, pertemanan maupun lingkungan sosial juga menjadi bagian dari penerapannya.

Maulid Nabi Bukan Sekadar Mengenang Kelahiran Rasulullah, Ini 7 Makna yang Bisa Jadi Refleksi

Umat Islam di Indonesia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 25 Agustus 2026, yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Peringatan itu jadi momentum untuk m Lanjutkan membaca

  1. Tabligh, Menyampaikan Kebenaran

Tabligh berarti menyampaikan. Sebagai Rasul, Nabi Muhammad SAW memiliki kewajiban menyampaikan wahyu dan ajaran Allah SWT kepada umatnya.

Tugas tersebut tetap dijalankan meskipun Rasulullah SAW menghadapi penolakan dan berbagai tantangan dalam menyampaikan risalah Islam.

Dalam kehidupan modern, nilai tabligh dapat diwujudkan dengan menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat.

Terlebih di tengah derasnya arus informasi, masyarakat perlu berhati-hati agar tidak ikut menyebarkan berita yang belum diketahui kebenarannya. Menyampaikan nasihat atau mengingatkan orang lain dalam kebaikan juga sebaiknya dilakukan dengan cara yang bijaksana.

  1. Fathanah, Cerdas dan Bijaksana

Fathanah berarti cerdas. Rasulullah SAW memiliki kecerdasan dalam menyampaikan ajaran Islam sekaligus menghadapi berbagai persoalan yang muncul di tengah umat.

Salah satu contoh yang sering dikisahkan adalah ketika terjadi perselisihan antarkabilah Quraisy mengenai siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad.

Rasulullah SAW kemudian memberikan solusi dengan meletakkan Hajar Aswad di atas selembar kain. Para pemimpin kabilah diminta mengangkat kain tersebut bersama-sama sebelum Rasulullah SAW meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya.

Solusi tersebut membuat setiap kabilah merasa dilibatkan sehingga perselisihan dapat diselesaikan.

Dalam kehidupan sehari-hari, sifat fathanah dapat diterapkan dengan rajin belajar. Berpikir sebelum bertindak, tidak terburu-buru mengambil keputusan, serta berusaha mencari solusi ketika menghadapi masalah.

Kecerdasan juga semestinya digunakan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, bukan untuk merugikan atau mengakali sesama.